We Optimized Your Assets

Waspadai Serangan Kejahatan Internet Pada Perusahaan Anda!

December 2nd, 2015 by

Optima-Online.com – Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin, mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Pasicif yang berpotensi besar menjadi target dari serangan siber.

“Di APAC (Asia Pasifik) Indonesia menjadi target yang menjanjikan, tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga dari segi malware,” kata dia, dalam temu media, di Jakarta,

 Kaspersky Indonesia

Sebagai contoh, Dony mengatakan kasus yang menyerang mesin ATM yang disebut ATM Trojans, di mana para penjahat siber profesional mengambil uang cash tanpa menyentuh mesin ATM.

Lebih lanjut, dari hasil penelitian Kaspersky Lab, terungkap bahwa Indonesia berada di urutan kedelapan negara APAC paling rentan terhadap serangan siber.

Lebih dari itu, saat ini serangan siber menyerang tidak hanya industri perbankan, namun juga sejumlah industri lainnya, termasuk perhotelan.

Potensi-potensi tersebut, menurut Dony, sudah disadari oleh perusahan-perusahaan di Indonesia. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan solusi Kaspersky.

Begitu juga dengan pemerintah. Dony melihat pemerintah sudah semakin siap dengan adanya potensi-potensi akan serangan siber.

“Dari teman-teman yang membantu pemerintah, saya melihat pemerintah sudah concern. Salah satunya yang kita tahu dengan dibentuknya badan cyber. Perusahaan-perusahaan juga sudah mulai concern dengan hal itu, karena mereka ada isu, ada masalah,” ujar Dony.

 

“Karena bicara soal malware, lokasi tidak penting, tinggal menunggu waktu. Serangan siber bisa terjadi kapan saja di mana saja,” tambah dia.

 

Sementara itu, Chief Security Researcher Kaspersky Lab, Alex Gostev, mengungkap hasil temuannya bahwa, Indonesia berada di urutan kedelapan negara APAC paling rentan terhadap serangan siber.

Alex Gostev

Bentuk serangan siber pun bermacam-macam, mulai dari jaringan penjahat siber yang menyerang ATM (Carbanak) hingga jaringan penjahat siber yang menyerang layanan koneksi internet di hotel (Dark Hotel).

“Carbanak bekerja dengan menginfeksi satu PC admin bank, kemudian berusaha untuk menginfeksi lebih banyak komputer,” kata Alex di Jakarta,

“Dari investigasi kami, Carbanak memiliki dua pola serangan siber, yakni mengambil uang cash langsung di ATM atau transfer ke akun palsu,” sambung dia.

Karena telah memiliki akes admin Bank, Alex mengatakan pola transfer dilakukan dengan membuat akun palsu di data base dan mengirimkannya ke akun bank lain. “Pola ini biasanya tidak langsung disadari oleh Bank, karena tidak berbentuk uang real,” Tegasnya

 

Sementara Dark Hotel, melakukan serangan melalui layanan konektivitas internet di hotel-hotel. Ironisnya, menurut Alex, hotel-hotel yang diincar justru kebanyakan hotel-hotel mewah bintang 5.

“Ketika Check-in di hotel menggunakan internet akan di-direct ke suatu laman untuk menginstal sesuatu, dan sebenarnya laman ini palsu,” ujar Alex.

“Melalui instalasi tersebut, mereka ingin mereplikasi data dan mengambil informasi dari PC korban,” lanjut Alex.

Alex melihat pola serangan siber seperti ini semakin sering terjadi dan Dark Hotel semakin besar. Dia mengaku telah mulai menemukan pola serangan tersebut sejak Agustus 2010.

Alex mengungkapkan 90 persen pola serangan tersebut berlokasi di Taiwan, tiongkok, Rusia, Asia Tenggara dan Jepang. “Banyak terjadi di negara tersebut, tapi karena banyak korban yang kerjanya travelling, jadi menyebar ke seluruh dunia,” Jelas Alex.